Bhakti Anak turun Mu…

ndoro kakung

Hilangnya pangkat, menangnya budi…..

yang

saya keluarkan bukan tekad pamrih, melainkan tekad Asih…

Air mata yang ke luar dari hati ini, bukan air mata tangis pamrih, tetapi air mata perasaan hati yang tanpa pamrih…

Belajar menyempurnakan rasa dan batin, belajar menyempurnakan perikemanusiaan…

Hatiku sebagai cermin kesusahan, dan perasaan sesama manusia…

Cermin itupun juga rasa, maka dari itu kita harus belajar membaca pakai Cermin,
belajar mengucap pakai rasa…

Menyerang, tanpa bala tentara, tanpa senjata…
Menerobos, tanpa perang, tanpa pedang…
Menang, tanpa membunuh, tanpa menyakiti…

Hilangnya pangkat, menangnya budi…

Suatu petunjuk untuk kebahagian..

Bagaikan cahaya yang tersirat dan tersurat..

Petunjuk untuk bahagia, terhadap segenap anak cucu..

Yang hendak menempuh suatu cita-cita..
pergilah engkau berguru, segala macam pengetahuan..

Kepada manusia yang sudah berilmu tinggi, mengerti arti ilmu hidup..

berguna di sini dan disana nanti… (Dunia – Akherat)